Video Tutorial Cara Aktifkan dan Non Aktifkan Verifikasi Dua Langkah Akun Google, Pojok Cyber

Video Tutorial Cara Aktifkan dan Non Aktifkan Verifikasi Dua Langkah Akun Google, Pojok Cyber



Video Tutorial: Solusi Adobe Premiere Pro Tidak Bisa Render Video (Unknown Error, Cannot Render Video or Movie)

Video Tutorial: Solusi Adobe Premiere Pro Tidak Bisa Render Video (Unknown Error, Cannot Render Video or Movie)

Video Tutorial: Fix Error Cannot Compile Movie Adobe Premiere Pro [Indonesia] (Unknown Error, Cannot Render Video or Movie)



HP Android Terbaru, Advan G1 Pakai OS Indonesia (IDOS, Marshmellow 6.1.2), Apa Saja Keunggulannya...???

Advan G1, demikian nama ponsel android terbaru yang dirilis oleh produsen smartphone lokal Indonesia, Advan. Dengan dukungan sistem operasi hasil pengembangan sendiri dengan berbasis sistem operasi Marshmellow 6.1.2, ponsel ini diklaim mampu memberi kesempurnaan pada saat dioperasikan dalam berbagai aktivitas ponsel.




Tjandra Lianto, Marketing Director Advan menuturkan bahwa IDOS yang digunakan pada Advan G1 ini merupakan OS versi keenam. Walaupun demikian, Advan tidak berhenti berinovasi sampai di sana (pengembangan IDOS), karena versi ketujuh IDOS akan dikembangan oleh Advan pada tahun ini.

IDOS sendiri, sebagaimana disampaikan oleh Tjandra, dikembangkan oleh tim lokal Advan. "Kami punya tim sendiri (untuk mengembangkan IDOS) di Semarang dan Jakarta. Sebelumnya, kami alih teknologi dari Senzhen ke Indonesia. Di sini, kami melibatkan putra putri Indonesia, mulai dari siswa SMK dan tenaga kerja," ujar Tjandra ditemui usai peluncuran Advan G1 di Jakarta, Jumat (17/2/2017) sore.

Advan sendiri, dikatakan Tjandra, tidak mau hanya sekadar mengembangkan atau membuat hardware saja. Perusahaan smartphone dengan pabrik yang berlokasi di Semarang ini berkeinginan warga orang Indonesia, khususnya anak muda, bisa menguasai serta mengembangkan teknologi secara mandiri.


Tjandra berpendapat bahwa, dibanding dengan developer perangkat lunak asing, orang Indonesia lebih mengetahui apa yang dibutuhkan oleh para pengguna di.

Keunggulan Indonesia OS (IDOS) Dibandingkan OS Smartphone Lainnya


Tjandra menjelaskan bahwa aplikasi yang ada sudah banyak beredar di luar, dan semuanya ada standard baku. Dimana jika tidak ada standar, maka akan banyak bugs serta trial dan error. Untuk masalah trial dan error, tegas Tjandra, sudah lakukan di back-end, jadi IDOS sudah berjalan dengan baik. Apalagi jika sudah sudah terintegrasi, maka hal tersebut menjadi lebih mudah karena tidak perlu lagi installasi sistem operasi.

Tjandra pun mengungkapkan bahwa tidak semua brand lokal bisa sanggup mengembangkan sistem operasi sendiri.

Hal ini, tegas Tjandra, dikarenakan dalam mengembangkan OS tentu akan melibatkan sumber daya, waktu yang cukup lama dan investasi yang tidak sedikit. Dalam hl ini, pihak Advan sudah mengembangkan OS selama 3 tahun.

Tjandra berkeinginan brand Advan dibanggakan (oleh para pengguna), untuk itulah Advan mengembangkan software, disamping telah lama mengembangkan hardware.

Layanan Cloud dari Advan
Ternyata, tidak hanya sampai pada pengembangan OS, Advan memiliki pula ambisi untuk menghadirkan layanan cloud. Bahkan, Advan akan menggratiskan layanan ini untuk para penggunanya.

Server Advan sendiri untuk kebutuhan layanan cloud ini, masih menyewa dari pihak lain, tetapi perusahaan berharap agar Advan bisa memiliki server sendiri.

Video Tutorial Cara Aktifkan Verifikasi Dua Langkah pada WhatsApp Ala Agan Misterius Pojok Cyber



Pengantar Cara Aktifkan Verifikasi Dua Langkah pada WhatsApp

Pojok Cyber – Skema verifikasi dua langkah atau two-step verification mulai diterapkan pada layanan aplikasi pesan instan WhatsApp. Skema verifikasi dua langkah ini sifatnya optional atau pilihan saja bagi para pengguna untuk menambah keamanan akun miliknya.

Jika ingin melihat video tutorialnya, silahkan saksikan video di bawah ini:
 

Untuk verifikasi pertama, sebagaimana yang telah diterapkan selama ini adalah melalui nomor ponsel yang diperguankan untuk nomor WhatsApp. Cara kerjanya adalah, akan ada kiriman kode melalui SMS atau telepon ke nomor HP yang kita gunakan saat mengaktifkan layanan aplikasi pesan instant WhatsApp ini.

Sedangkan dalam verifikasi langkah yang kedua adalah, passcode berjumlah enam digit yang dibuat sendiri oleh pengguna WhatsApp. Passcode yang berupa nomor dengan jumlah enam digit tersebut harus dimasukkan oleh pengguna WhatssApp pada saat pengguna tersebut mendaftarkan atau mengaktifkan nomor teleponnya untuk dijadikan sebagai kontak WhatsApp lagi.

Contohnya, pada saat si pengguna tersebut membeli smartphone baru, tetapi dia  ingin tetap menggunakan nomor ponsel yang sama yang sudah sering dia gunakan sebagai kontak WhatsApp.

Dengan demikian, maka sebelum mengaktifkan verifikasi dua langkah pada aplikasi WhatsApp untuk nomor HP Anda yang sering digunakan ini, Anda harus benar-benar mengingat passcode yang Anda buat tersebut. Caranya bisa dengan mencatatnya di lembaran kertas dan disimpan di lemari, misalnya, atau cara lainnya yang bisa Anda andalkan untuk mengingat passcode itu.

Cara Aktifkan Verifikasi Dua Langkah WhatsApp

Inilah langkah-langkah untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah ini layanan pesan instant WhatsApp pada nomor HP Anda.
1.    Update aplikasi WhatsApp ke versi terbaru.
Untuk pengguna iOS, update ini bisa dilakukan melalui Apple App Store dan bagi para pengguna Android, update bisa dilakukan melalui Google Play Store.
2.    Setelah aplikasi berhasil diupdate ke versi terbaru, maka:
a.       Buka menu “Settings”
01 - Pilih Setelan atau Settings
 
b.      Lalu piliha menu “Accounts”
02 - Pilih Akun

 
c.       Selanjutnya pilih “Two-step verification”
03 - Pilih Menu Verifikasi Dua Langkah

 
d.      Laku pilih “Enable”.
04 - Pilih Menu Aktifkan


3.    Selanjutnya kita diminta untuk mengisikan passcode sebanyak 6 digit. Masukkan passcode sesuai keinginan anda, lalu, ingatlah. Sekali lagi ingatlah, jangan sampai lupa.
4.    Atau Anda bisa untuk mem-bakcup passcode tersebut melalui email yang terhubung dengan akun WhatsApp Anda.


Yang Harus Diketahui Tentang Verifikasi Dua Langkah WhatsApp

Dari blog resmi WhatsApp, disebutkan bahwa e-mail yang tertaut atau terhubung dengan akun WhatssApp ini, bisa digunakan pula untuk menon-aktifkan verifikasi dua langkah jika kita lupa passcode yang telah kita tentukan sebelumnya.

Passcode yang telah kita buat di atas, tidak akan dibutuhkan setiap kali membuka WhatsApp. Tetapi sebagai upaya membantu pengguna mengingat passcode yang telah dibuat, dalam jangka waktu tertentu (bisa jadi setiap 7 hari), WhatsApp akan menanyakan passcode ini secara periodik.

Berbeda dengan skema yang digunakan oleh Facebook atau Google, dimana dua layanan raksaa tersebut membuat kode verifikasi dengan aplikasinya langsung serta akan mengirimkannya melalui SMS, setiap kita akan login ke aplikasi. Pada layanan pesan instant WhatsApp, passcode ini dibuat atau ditentukan oleh pengguna, dan si pengguna harus benar-benar mengingat passcode yang telah dibuatnya itu.

Fitur verifikasi dua langkah ini sendiri, sejak bulan November 2016, sebenarnya telah dirilis untuk para pengguna WhatssApp versi beta, untuk keperluan pengujian. Dan kini fitur tersebut sudah dibuka WhatsApp untuk sekitar 1,2 miliar penggunanya.

Video Curhat: Channel Selalu Suspend, Nasib Tukang Servis Amatir Ini Memang Belum Beruntung

Video yang terdapat pada postingan ini merupakan video dokumentasi saya pada saat membantu kenalan memang mainboard laptop asus. Seri dari laptop ini lupa lagi seri apa.

Mainboard tersebut, didapat oleh kenalan saya ini dari, kalau tidak salah, toko online Bukalapak. Dan pelapaknya adalah pelapak pribadi yang kebetulan memiliki mainboard asus yang sama persis dengan mainboard milik kenalan saya yang sudah rusak serta tidak bisa diperbaiki.

Dalam video ini juga ada obrolan ringan si tukang servis dengan konsumen yang ada di tempat dia kerja.

Ternyata, tukang servis ini manusia biasa yang tiba-tiba saja curhat mengenai nasib chanel atau saluran youtube-nya yang selalu saja dihapus, ditangguhkan atau disuspend oleh pihka Google atau Youtube.

Berkali-kali membuat channel baru, maka dalam waktu yang tidak lama, biasanya 24 jam atau 2 x 24 jam (satu haru atau dua hari), channel-chanel tersebut kembali dihapus Youtube/Google.

Yang paling lama itu, ada yang mencapai 1 bulan, semua channel baru langsung dibabat habis.

Jika memperhatikan penyebabnya, maka ada tiga point utama yang menjadi perhatian.
1. Melanggar syarat dan ketentuan layanan.
2. Melanggar pedoman komunitas.
3. Melanggar hak cipta.




Channel Selalu Suspend, Nasib Tukang Servis Amatir Ini Memang Belum Beruntung.
Youtube Dzolimi Tukang Servis Jujur, Curhat Sambil Servis Laptop Asus, Selalu Suspend Channel-nya